Categories : Komunitas Life Changing Peluang

 

Berapa banyak para guru di dunia yang bekerja dengan rasa takut tidak bisa membayar  tagihan, takut tidak punya cukup uang, takut dipecat dan berbagai rasa takut lainnya?

Sebenarnya bukan hanya para guru yang mengalaminya, sebagian besar dari orang yang bekerja memilik pola yang sama.

Kebanyakan  orang terjaga di pagi hari untuk mendapatkan sejumlah uang terbentuk dari rasa takut akan hidup tanpa uang yang memotivasi mereka untuk bekerja keras.

Tapi coba kita lihat penyebab utama masalah keuangan melalui ketakutan dan ketidaktahuan.

Para guru tidak pernah memberitahukan cara mengatasi uang atau ketakutannya.

Uang adalah ilusi yang diyakini oleh miliaran orang suatu yang riil. Uang benar-benar adalah hasil ciptaan.

Pendidikan dan pekerjaan itu penting, tapi tidak akan mengatasi rasa takut. Memahami kekuatan uang, bukan menjadi merasa takut pada uang.

Uang tidak diajarkan di sekolah, dan dengan tidak mempelajarinya, kita akan menjadi budak dari uang.

Uang bisa mengendalikan emosi dan jiwa manusia dan emosi mengendalikan pikiran manusia.

Hidup manusia selamanya dikendalikan oleh dua emosi: ketakutan dan hasrat.

Tawari mereka uang yang lebih banyak maka mereka akan meningkatkan pengeluaran mereka. Inilah pola yang sangat sulit dikendalikan manusia.

Ketidak tahuan menghasilkan uang selain bekerja keras daripada yang mereka perlukan telah menjadi kegiatan sehari-hari seorang berpendidikan tinggi dan para profesional, tapi mereka tidak belajar bagaimana membuat uang bekerja untuk mereka.

Kemungkinan terbesar seorang guru yang tidak bekerja untuk uang adalah ia seorang yang kaya atau dermawan.

Sebuah  kisah hidup nyata  seorang guru di Dakar, Senegal, Afrika Barat bernama Josiane Djoumbi menjadi kisah inspirasi perjuangan seorang guru dalam merubah nasib hidupnya.

Josiane Djoumbi adalah seorang guru di Dakar, Senegal. Dia tidak punya rumah, tidak ada mobil, tidak pernah bepergian. Dia sangat miskin.

Tapi pada Desember 2010 ia meniatkan diri dengan bergabung di bisnis pemasaran jaringan dan para mentornya menuntun Josiane ke komunitas FFG.

Pada bulan September 2011, Josiane meminjam uang untuk menghadiri Bootcamp dan Network Camp di Jakarta, Indonesia. Setelah mengikuti dua pendidikan itu ia kembali ke Dakar untuk membangun bisnis pemasaran jaringannya.

Tantangan terbesar yang dihadapinya yaitu saudara-saudaranya yang tidak setuju dia bergabung dengan bisnis ini mengasingkan dia dari keluarganya.

Selama periode waktu itu merupakan waktu yang sangat sulit baginya. Dia harus tinggal sementara dari salah satu rumah downlinenya ke rumah downlinenya yang lain, sampai ia diberikan untuk menyewa sebuah kamar sederhana untuk tinggal. Meski begitu Ia tidak berhenti melakukan bisnisnya.

Setelah mengikuti Bootcamp, dia memulai dengan melakukan Program Mentoring. Dia bekerja keras dan cerdas dengan menerapkan sistem FFG yang kemudian membawanya menjadi seorang Mentor, dan usahanya terus berkembang ke lebih dari 25 negara sekarang.

Dengan kerja keras dan cerdas Josiane kini memegang gelar Grand Mentor Bintang 2 di FFG. Sejauh ini ia telah mampu membeli 4 mobil dan 5 rumah impannya. Dan bepergian ke banyak negara.

Dia juga telah membantu membangun hidup begitu banyak orang di Afrika. Sekarang dia mendukung keuangan keluarganya bahkan mereka yang mengasingkan dia dari rumah sebelumnya. Setelah pendidikan di Bootcamp itulah dia menerapkan memaafkan dan melupakan. Luar biasa !!!


Dari kisah di atas  mari kita memulai tahun baru ini dengan sebuah Kekuatan semangat. Temukan alasan yang lebih besar daripada kenyataan.

Jangan biarkan kenyataan mengambil alih impian Anda! Pertahankan Impian Anda sambil menemukan peluang yang mampu membangun kehidupan yang Anda Impikan.

Semoga kisah Josiane di atas memberikan kekuatan.

Memang tidak mudah. Namun, itu juga tidak  sulit. Yang dibutuhkan adalah alasan atau tujuan yang kuat!

Apa yang mengubah Josiane di Bootcamp dapat Anda pelajari di sini.

About

Entrepreneur & Internet Marketing

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.