Categories : Komunitas

 

Konferensi Asia Afrika

Kalau dulu tujuan Konferensi Asia Afrika 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya dimana seluruh negara berkumpul untuk merdeka. Sekarang semua bekerja sama untuk mengupayakan memerdekakan negara Asia- Afrika dari kemiskinan. Salah satu agenda utama Konferensi Asia Afrika di Indonesia, yang akan dihadiri oleh 109 pemimpin negara adalah mengenai kemajuan ekonomi.

Meskipun kini sebagian besar negara peserta Konferensi Asia Afrika sudah merdeka dari jajahan kolonialisme, namun masih banyak yang belum terlepas dari kemiskinan, inilah alasan diadakannya kembali KAA di Jakarta dan Bandung pada 19 April-24 April 2015. Konferensi ini masih sangat relevan untuk dilaksanakan.

Lalu apa hubungannya FFG dengan konferensi Asia Afrika?

FFG (Freedom Faithnet Global) terbentuk sejak tahun 2004 di Indonesia, komunitas ini  merupakan kumpulan orang yang memiliki visi dan misi yang sama untuk memajukan Indonesia melalui pembentukan karakter dan mental. Dikatakan oleh Co Founder FFG Onggy Hianata bahwa perkembangan FFG di 70 negara haya dilakukan melalui mulut ke mulut karena dampak dari perubahan hidup yang telah FFG bagikan kepada para membernya melalui pendidikan. Peran FFG dalam hubungannya menjembatani Asia dan Afrika dimulai dengan meningkatkan kesejahteraan membernya melalui bisnis MLM dengan menciptakan nilai dan menyentuh kehidupan orang.

 

FFG membangun bisnis MLM dengan menggunakan hati, menciptakan sebuah ikatan yang besar dan mengangkat orang-orang. FFG Bukan hanya milik orang Indonesia tetapi milik semua orang yang ingin melakukan perubahan diri dan berdampak bagi dunia. Mari ambil bagian bersama kami di sini.

About

Entrepreneur & Life Style Blogger

Facebook Comments