Categories : Life Changing Tips

 

Photo by Tim Marshall on Unsplash

Sebuah laporan mengejutkan dari sebuah studi di Amerika beberapa tahun lalu yang mengatakan perempuan memiliki resiko lebih besar untuk meninggal karena serangan jantung dibandingkan pria karena menunda pergi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Tipikalnya , perempuan menghabiskan waktu satu jam lebih lama dari pada pria untuk tiba di rumah sakit setelah mereka mengalami gejala-gejala serangan jantung.

Perempuan selalu mengabaikan nyeri mereka sendiri dan meminimalkan kebutuhan mereka. Ketika mengalami nyeri dada, seorang pria akan menelepon 911 dan menuju rumah sakit. Apa yang dilakukan seorang perempuan?

Dia menempatkan diri mereka paling akhir walau dia memutuskan bahwa nyeri itu mungkin menandakan sesuatu yang serius, jadi dia memasak makanan untuk memberi makan keluarganya selama seminggu, selama dia berada di unit perawatan jantung.

Dia mengemas makan siang untuk semua orang lain sebelum berkemas untuk pergi ke rumah sakit. Ketika mampir ke kamar mandi untuk mengambil sikat gigi, dia berhenti untuk menyikat keran, bak rendam, dan toilet.

Dia berpikir bahwa keluarganya akan kehabisan pakaian dalam dalam satu hari, jadi dia memasukkan cucian ke dalam mesin cuci dan melipat pakaian yang sudah kering.

Dia berangkat ke rumah sakit setelah menyelesaikan pekerjaan rumah. Pada saat tiba di unit perawatan darurat, dia sudah mengalami pengalaman mendekati kematian. Tetapi, bukan hidupnya sendiri yang berkilasan di matanya, namun hidup anak-anak dan suaminya.

Studi ini mengajarkan kita bahwa kita perlu mengasuh diri kita sebaik kita  mengasuh orang lain.

Sering kali para orang tua melalaikan diri. Mereka membiarkan kesehatan seadanya karena…”ANAK! ANAK! ANAK!

Pengusaha dan karyawan melakukan hal yang sama, terperangkap pada aktivitasnya. Mereka membiarkan kesehatan seadanya karena… “BEKERJA! BEKERJA! BEKERJA!”

Mereka sering mengacaukan rencana sendiri dan sering melakukannya.

Pergi ke Gym?  Menghabiskan waktu untuk ke sana dan berlatih. Belum pulangnya kena macet. Masih banyak bisnis yang harus dikerjakan.

Kita fokus terlalu banyak pada bisnis, kita lupa dengan diri.

Kita fokus terlalu banyak pada anak, kita lupa dengan diri.

Logikanya, kita tidak akan menyelesaikan segala sesuatu jika kita mati.

Saya punya pengalaman yang mengerikan di tahun 2014. Serangan panik di jam 2.30 pagi. Jantung berdetak kencang, dengan keringat mengalir di pundak. Pernapasan pendek, tangan terasa kebas,  dan telinga tertutup sampai terdengar bunyi detak jantung sendiri.

Saya berusaha bernafas semampunya sambil berusaha menenangkan diri sambil berdoa “Tuhan selamatkan saya”.

Kondisi  menegangkan seperti ini menguras energi yang memakan waktu lebih kurang 30 menit, sampai akhirnya saya tenang kembali.

Syukurlah, kondisi tubuh dalam keadaan normal.

Dan ini bukan kejadian biasa, ini sebuah tanda. Saya pergi ke pusat terapi kesehatan tradisional China yang sering saya dengar di radio dan menanyakan tentang kondisi seperti ini. Dan saya terus berpikir pasti ada masalah dalam tubuh ini.

Dan ternyata benar. Ketika saya berkunjung, saya diberikan analisa yang buruk. Sesuatu yang salah dalam peredaran darah saya. Bukan kolestrol.

Ini lebih buruk.

Saya Mengalami Penyempitan Pembuluh Darah Dan Itu 100% Salah Saya

Saya berpikir ini semua karena saya tidak banyak bergerak, stress dan pola makan yang salah.

Shinshe saya menganjurkan diet dan melakukan jalan selama 30 menit.

Saya menurutinya.

Dan Itu Awal Pencarian Makna Hidup Sehat

Sejak saat itu pencarian berbagai literatur kesehatan menjadi perburuan. Mulai dari nutrisi, multivitamin, perawatan alternatif, akupuntur, refleksi, yoga, meditasi dan lain sebagainya.

Dan saat itulah saya menemukan perangkat perawatan alternatif.

Perangkat ini bekerja sangat ajaib tanpa terlihat dan hanya bisa dibuktikan dengan analisa darah sebelum dan sesudah penggunaan.

Uji coba ketahanan otot menjadi menarik ketika saya membawa perangkat ini untuk berlatih. Kemampuan saya berlipat  dan jarak tempuh lari saya lebih lama. Memang perangkat ini luar biasa tapi bisa mempengaruh tubuh, dikala nyeri menyerang perangkat ini akan meredakan. Ketika alergi mengganggu perangkat ini meringankan.. seperti balsem gosok pereda saja.

Efek jangka panjang perangkat ini jika digunakan sepanjang waktu terlihat dari lemak tubuh yang lari dari perut, pinggang dan muka. Berat tubuh kembali seperti masa SMA(sebelumnya 68 kg kini 58 kg stabil) walau nafsu makan tidak berubah. Tapi jangan lupa hindari makanan dan minuman manis (ganti pemanis yang rendah kalori). Melatih otot dan bergerak 30 menit setiap hari (min 5x seminggu), hanya itu.

Oh… masih ada, tidur cepat dan bangun pagi. Mulai hari dengan kopi dicampur bubuk dark coklat 80% dengan sedikit gula aren ditemani roti atau kue kecil.

Ambil vitamin D dari matahari pagi dibawah jam 8 dan lakukan peregangan yoga.

Terakhir, tapi sangat dibutuhkan…

Untuk menghindari sakit penyakit tidak cukup memelihara jasmani saja tapi saya juga perlu memelihara rohani. Tingkat stress yang tinggi dan pikiran yang kacau menekan kesehatan saya tapi pikiran yang jernih dan hati yang damai meningkatkan kesehatan saya.

Sebelum saya membuat kesehatan sebagai prioritas, saya masih berpikir sepertinya tubuh ini akan baik-baik saja sampai kejadian menimpa saya.

Ketika saya berdoa memohon “Tuhan selamatkan saya”, sepertinya Tuhan memberikan pengetahuan untuk saya sungguh-sungguh menghindari kebiasaan buruk setiap hari yang tidak menyehatkan dan melakukan apapun yang diperlukan untuk meningkatkan kesehatan.

Mungkin Anda tidak suka berlatih, mengganti gula, berjemur, tidur lebih cepat, yoga, meditasi, berdoa dan berinvestasi pada perlengkapan kesehatan alternatif . Tapi cara ini membuat saya lebih ringan, sehat dan damai, dan saya senang membagikan karunia ini.

Semoga Tuhan memberkati kita dengan keselamatan dan kesehatan.

About

Entrepreneur & Internet Marketing

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked by *.